A. PENGERTIAN ALKUNA
Alkuna adalah suatu
golongan hidrokarbon alifatik yang mempunyai gugus fungsi berupa ikatan ganda
tiga karbon-karbon (-C≡C-). Seperti halnya ikatan rangkap dalam alkena, ikatan
ganda tiga dalam alkuna juga disebut ikatan tidak jenuh. Ketidakjenuhan ikatan
ganda tiga karbon-karbon lebih besar daripada ikatan rangkap. Oleh karena itu
kemampuannya bereaksi dengan pereaksi-peraksi yang dapat bereaksi dengan alkena
juga lebih besar. Hal inilah yang menyebabkan golongan alkuna memiliki peranan
khusus dalam sintesis senyawa organik.
B. STRUKTUR ALKUNA
Alkuna merupakan
golongan hidrokarbon yang memiliki ikatan ganda tiga (istilah "ganda
tiga" digunakan untuk membedakan "rangkap dua" milik alkena).
Dengan demikian alkuna juga termasuk hidrokarbon tidak jenuh. Rumus umum untuk
senyawa alkuna adalah CnH2n-2. Karena sebuah senyawa alkuna memiliki minimal
satu ikatan ganda tiga, maka senyawa alkuna yang paling kecil adalah etuna
(C2H2) dengan rumus struktur HC≡CH. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa
bentuk tiga dimensi dari etuna adalah linier, dengan sudut ikatan sebesar 180º
dengan panjang ikatan sebesar 0,121 nm.
C. TUMPANG TINDIH ALKUNA
Teori ikatan valensi
(Valence Bond Theory) mengatakan bahwa ikatan ganda tiga merupakan hasil
bentukan dari tumpang tindih orbital hibridisasi sp dari atom-atom karbon yang
bersebelahan. Dengan demikian akan terbentuk ikatan sigma (σ) dan ikatan pi
(π). Ikatan tersebut terbentuk dari tumpah tindih dua buah orbital 2py yang
bersifat paralel, dan sebuah ikatan pi (π) kedua yang terbentuk dari tumpah
tindih orbital 2pz yang juga bersifat paralel.
D. SPEKTRUM ALKUNA
1. Spektrum IR Alkuna
Frekuensi uluran C≡C
alkuna terjadi pada 2100-2250 cm-1 (4,4-4,8 μm). Absorpsi ini sangat lemah dan
mudah terbenam dalam bisingan (crowded) latar belakang spektrum. Namun tak ada
gugus yang menyerap di daerah ini kecuali C≡N (gugus nitril) dan Si-H.
Frekuensi uluran ≡C-H dijumpai pada kira-kira 3300 cm-1 (3,0 μm)sebagai suatu
peak yang tajam.
2. Spektrum NMR Alkuna
Suatu alkuna dengan tipe
RC≡CR tak mempunyai proton yang bersifat asetilenik. Dengan demikian alkuna
yang bersubstitusi ganda tidak mempunyai absorpsi NMR yang khas (tetapi pada
bagian lain dari molekul dapat menimbilkan absorpsi). Suatu alkuna substitusi
tunggal, RC≡CH menunjukkan absorpsi untuk proton alkunil pada nilai δ sekitar 3
ppm. Absorpsi ini tidak sebawah medan seperti absorpsi untuk proton vinil atau
aril, karena proton alkunil terperisai oleh medan imbasan ikatan ganda tiga.
E. SIFAT ALKUNA
1. Sifat Fisika
Sifat fisis alkuna, yakni titik
didih mirip dengan alkana dan alkena. Semakin tinggi suku alkena, titik didih
semakin besar. Pada suhu kamar, tiga suku pertama berwujud gas, suku berikutnya
berwujud cair sedangkan pada suku yang tinggi berwujud padat.
2. Sifat Kimia
Adanya ikatan rangkap tiga yang
dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi, polimerisasi, substitusi
dan pembakaran.
- Reaksi adisi pada alkuna
- Polimerisasi alkuna.
- substitusi alkuna (penggantian) pada alkuna dilakukan dengan mengggantikan satu atom H yang terikat pada C==C diujung rantai dengan atom lain.
- Pembakaran alkuna(reaksi alkuna dengan oksigen) akan menghasilkan CO2 dan H2O.
F. TATA NAMA
SENYAWA ALKUNA
Secara umum,
penamaan alkuna tidak jauh beda dengan penamaan alkana dan alkena. Perbedaannya
terletak pada akhiran nama senyawa. Berikut langkah-langkah memberi nama
senyawa alkuna.
Aturan Penamaan Senyawa Alkuna
1. Periksa jenis ikatannya, jika memiliki ikatan
rangkap tiga, berarti senyawa tersebut merupakan senyawa alkuna.
2. Hitung jumlah atom C-nya.
3. Tuliskan awalan berdasarkan jumlah atom C-nya
dan diakhiri dengan akhiran -una.
4. Jika jumlah atom C senyawa alkuna lebih dari 3,
beri nomor setiap atom sedemikian rupa sehingga nomor paling kecil terletak
pada atom C yang terikat ikatan rangkap tiga. Kemudian, penamaan senyawa
diawali oleh nomor atom C pertama yang terikat ke ikatan rangkap 3, diikuti
tanda (-) dan nama rantai induk.
Contoh:
Seperti halnya senyawa alkana dan alkena, senyawa alkuna pun ada
yang memiliki rantai cabang. Aturan penamaannya mirip dengan penamaan rantai
alkana dan alkena bercabang.
Aturan Penamaan Senyawa Alkuna Rantai Bercabang
1. Periksa jenis ikatannya, jika memiliki ikatan
rangkap tiga, berarti senyawa tersebut merupakan senyawa alkuna.
2. Tentukan rantai induk dan rantai cabangnya.
Rantai induk ditentukan dari rantai atom C terpanjang yang mengandung ikatan
rangkap tiga.
3. Beri nomor setiap atom sedemikian rupa sehingga
nomor paling kecil terletak pada atom C yang terikat ikatan rangkap tiga.
4. Rantai induk diberi nama sesuai aturan penamaan
senyawa alkuna rantai lurus.
5. Rantai cabang diberi nama sesuai jumlah atom C
dan struktur gugus alkil.
6. Urutan penulisan nama senyawa sama dengan urutan
penulisan nama senyawa alkana dan alkena.
Contoh
Bagaimana jika senyawa alkuna tersebut memiliki ikatan rangkap
tiga lebih dari satu? Berikut ini aturannya.
Aturan Penamaan Senyawa Alkuna yang Ikatan Rangkap Tiganya lebih
dari Satu
1. Periksa jenis ikatannya, jika memiliki ikatan
rangkap tiga, berarti senyawa tersebut merupakan senyawa alkuna.
2. Hitung jumlah atom C-nya.
3. Hitung jumlah ikatan rangkap tiganya.
4. Jika jumlah ikatan rangkap tiganya = 2, nama
senyawa diakhiri dengan akhiran -diuna. Jika jumlah ikatan rangkap tiganya = 3,
nama senyawa diakhiri dengan akhiran -triuna.
5. Beri nomor setiap atom sedemikian rupa sehingga
nomor paling kecil terletak pada dua atau tiga atom C pertama yang terikat
ikatan rangkap dua. Kemudian, penamaan senyawa diawali oleh nomor atom C
pertama dan kedua/ketiga yang terikat ke ikatan rangkap tiga, diikuti tanda (-)
dan nama rantai induk.
6. Jika terdapat rantai cabang, penamaan rantai
cabang serupa dengan penamaan senyawa alkuna.
Contoh:
Senyawa alkuna juga dapat membentuk deret homolog.
Senyawa alkuna tergolong hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu ikatan
rangkap tiga antara dua atom C yang berurutan, sedangkan
s
enyawa alkuna memiliki 2 atom H lebih sedikit dari alkena dengan jumlah atom C yang sama. Oleh karena itu, rumus umum alkuna adalah CnH2n-2.
enyawa alkuna memiliki 2 atom H lebih sedikit dari alkena dengan jumlah atom C yang sama. Oleh karena itu, rumus umum alkuna adalah CnH2n-2.
G. KEISOMERAN ALKUNA
H. PENGGUNAAN ALKUNA
Manfaat alkuna dalam
kehidupan adalah:
Gas asetilena (etuna)
digunakan untuk bahan bakar las. Ketika asetilena dibakar dengan oksigen maka
dapat mencapai suhu 3000º C. Suhu tinggi tersebut mampu digunakan untuk
melelehkan logam dan menyatukan pecahan-pecahan logam.
gas asetilena
Asetilena terklorinasi
digunakan sebagai pelarut. Asetilena klorida juga digunakan untuk bahan awal
pembuatan polivinil klorida (PVC) dan poliakrilonitril.
Karbon ion alkuna
merupakan nukleofil yang sangat bagus dan bisa digunakan untuk menyerang
senyawa karbonil dan alkil halida untuk melangsungkan reaksi adisi. Dengan
demikian sangat penting untuk menambah panjang rantai senyawa organik.
PERMASALAHAN :
Mengapa hanya karbon ion alkuna yang sangat bagus dan bisa digunakan untuk menyerang senyawa karbonil dan alkil halida dalam melangsungkan reaksi adisi ?


.jpg)



.jpg)
.jpg)